4 Faktor Penyebab Kelainan Tulang Belakang


1. Salah posisi duduk

Penyebab paling banyak yang dialami oleh seeorang dengan kelainan tulang belakang adalah karena kebiasaan duduk yang salah. Kebanyakan orang tidak mau ambil pusing dalam menata bagaimana dia sebaiknya duduk. Sejak kecil, banyak yang telah membiasakan duduk dengan membungkuk, memiringkan badannya ke kanan, miring ke kiri atau bahkan duduk dengan membungkukkan tubuhnya ke belakang.

Cara duduk salah yang dilakukan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan berupa bengkoknya tulang belakang. Duduk yang benar adalah dengan menegakkan posisi badan dan tidak cenderung membengkokkannya pada satu sisi arah tertentu.

2. Faktor keturunan

Kelainan tulang belakang yang dialami oleh orang tua dapat menurun kepada anaknya. Ketika gen orang tua yang memiliki kelainan tulang belakang lebih dominan, maka gangguan ini dapat menurun pada anaknya.

3. Faktor penyakit

Kelainan tulang belakang pada seseorang ternyata dapat pula disebabkan oleh infeksi dari kuman penyakit tertentu.

  • Polio. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi yang dilakukan ketika masih bayi. Lakukan pencegahan sejak awal untuk menghindari kelumpuhan.
  • Sifilis. Penyakit ini biasanya berasal dari orang tua yang menularkannya pada anak saat berada di dalam kandungan. Penderita sifilis biasanya mengalami layu semu.
  • Artritis. Penyakit ini dibagi menjadi 2 yaitu artritis yang disebabkan oleh peradangan sehingga menyebabkan sendi terinfeksi dan bernanah serta artritis sika yang membuat sendi kering akibat kehabisan cairan sinovial.

4. Faktor kecelakaan

Kecelakaan dapat membuat tulang patah jika tekanan atau benturan yang dialami terlalu keras. Terutama bagi orang yang telah berusia lanjut, maka tulang mereka lebih rapuh sehingga lebih mudah patah terlebih jika mereka juga menderita osteoporosis. Jika tulang yang patah tidak segera ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kelainan pada tulang. Dalam merawat tulang yang patah, sebaiknya lekas ditangani melalui ahli profesional serta melakukan istirahat total sehingga tulang bisa lekas sembuh.

5 Kelainan Tulang Akibat Posisi Duduk Yang Salah


Tulang belakang merupakan penyangga tubuh yang menopang sekaligus penghubung antara kaki dan kepala. Tanpa tulang belakang atau kelainan pada tulang belakang maka kita tidak akan dapat melakukan posisi tubuh yang tegap (baik berdiri dan duduk). Kelainan tulang belakang yang terjadi tentu dapat mempengaruhi postur atau bentuk tubuh. Adanya lengkungan pada tulang belakang akan dapat membuat tubuh menjadi tidak dapat tegap pula dan biasanya terjadi nyeri.

Ada banyak faktor penyebab terjadinya kelainan pada tulang belakang. Mulai dari genetik atau kelainan bawaan hingga akibat penyakit. Salah satu yang mempengaruhi kelaian tulang belakang disebabkan oleh posisi duduk yang salah. Posisi duduk yang salah cenderung memperberat kerja tulang dalam menyangga, sehingga cenderung membuat postur tulang terganggu, bahkan otot dan saraf. Berikut ini beberapa dampak kelainan tulang akibat posisi duduk yang salah:

1. Skoliosis

Skoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang (vertebra) dimana tulang belakang menjadi melengkung ke samping dibandingkan tulang normal. Penyebabnya dapat disebabkan Idiopati (tidak diketahui) dan dampak dari menderita penyakit lain (seperti kelainan otot, sindrom down, osteoporosis dan lainnya). Faktor lain yang diduga berperan terjadinya skoliosis antara lain faktor genetik, faktor hormonal, gangguan biomekanik, gangguan pertumbuhan serta gangguan neuromuskular. Salah satu contoh faktornya adalah duduk dengan posisi tulang belakang yang bengkok atau miring membuat tubuh terbiasa dengan bentuk tersebut.

Skoliosis dapat terjadi pada semua umur baik anak, remaja dan dewasa. Gejalanya bisa dilihat dari bentuk tubuh, dimana biasanya salah satu panggul tampak seperti condong ke satu sisi, salah satu bahu lebih tinggi dan kadang salah satu sisi tulang belikatnya lebih menonjol. Selain itu, penderita dapat mengeluh merasa nyeri yang menjalar dari kaki dan tulang belakang. Penanganan skoliosis dengan memantau lekukan tulang melalui ronsen, pemberian anti nyeri jika pasien mengalami nyeri, jika masih dalam proses pertumbuhan tulang dapat menggunakan penyanggah tulang punggung dan terakhir biasanya dilakukan operasi.

2. Kifosis

Kifosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang dimana tulang belakang mengalami lengkungan kearah belakang dibanding tulang belakang normal. Penyebab terjadinya kifosis antara lain berupa kelainan bawaan, akibat trauma atau cedera pada tulang belakang, akibat atau dampak dari operasi pada tulang belakang dan karena osteoporosis. Gejala yang dapat dialami oleh penderita berupa bentuk tubuh yang tampak bungkuk, nyeri punggung dan terasa kaku.

Penanganan kifosis tergantung kondisi dan gejala. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah melatih otot punggung agar tetap kuat serta melakukan operasi tulang punggung. Selain itu perlunya asupan nutrisi terutama kebutuhan kalsium untuk menjaga tubuh dari osteoporosis, mengingat salah satu penyebab kifosis adalah osteoporosis. Hindari keadaan atau sikap tubuh yang dapat membuat tulang belakang menjadi lengkung dalam waktu lama.

3. Lordosis

Lordosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang (terutama tulang bagian atas bokong) mengalami lengkungan kedalam. Dapat dikatakan bahwa lordosis merupakan kebalikan dari kifosis. Penyebab terjadinya lordosis adalah faktor kegemukan (obesitas/berat badan berlebih), osteoporosis, peradangan pada diskus vertebra, postur tubuh yang buruk dan pergeseran vertebra.

Penderita lordosis akan mengeluh merasakan nyeri punggung bawah yang terasa menjalar ke tungkai bawah, keterbatasan pergerakan, hingga gengguan BAB dan berkemih. Penanganan lordosis berupa rehabilitasi dan fisioterapi pada lordosis ringan. Pada kasus lordosis berat dapat dilakukan ortese khusus dan prosedur bedah. Untuk mencegah terjadinya lordosis, adalah dengan menjaga berat badan (menurunkan berat badan bagi yang overweight), hindari posisi tubuh yang tidak baik terlalu lama, dan cegah osteoporosis dengan memenuhi nutrisi untuk tulang.

4. Osteoartritis

Salah satu sikap tubuh yang salah dalam duduk dapat menyebabkan terjadinya Osteoartritis. Osteoartritis terjadi akibat kerusakan parah dari jaringan ikat di sendi akibat dari gesekan tulang sehingga menyebabkan nyeri. Penderita akan mengeluh nyeri pada tulang belakang terutama saat bergerak dan tulang terasa sering berbunyi-bunyi gemertak. Penanganan osteoartritis tidak dapat mengembalikan tulang, namun penanganan yang dapat dilakukan adalah mengobati nyeri dengan pemberian obat medikasi dan melakukan fisioterapi. Untuk mencegah osteoartritis pada tulang belakang, maka kita perlu menghindari posisi duduk yang salah, dan menjaga tulang dari proses pengapuran seperti osteoporosis.

5. Herniasi diskus lumbalis

Diskus merupakan jaringan penghubung berupa tulang rawan yang menghubungkan antara tulang-tulang belakang. Dengan kata lain diskus merupakan cakram (tulang rawan) yang berada di celah-celah tulang belakang atau punggung. Herniasi diskus lumbalis merupakan keadaan rusaknya bagian luar dari cakram diskus (tulang rawan) yang berfungsi sebagai penghubung tulang belakang. Penyebab terjadinya hernia diskus lumbalis biasanya adalah faktor usia yang semakin tua. Selain itu, posisi tubuh yang salah merupakan faktor mempercepat terjadinya herniasi diskus.

Gejala yang dialami penderita biasanya nyeri pada punggung serta nyeri pada pinggul. Nyeri juga dapat menjalar ke kaki, kaki terasa lemah, hingga dapat mengganggu proses BAB dan berkemih. Penanganan pada hernia diskus lumbalis berupa traksi untuk menjaga kurva kembali, pengobatan nyeri dengan obat, fisioterapi dan melakukan operasi. Mengurangi atau menghinndari posisi tubuh yang dapat membebani tulang belakang.

Posisi duduk yang baik

Pada saat duduk, posisi punggung lurus dengan bahu yang kebelakang, tekuk lutut dengan posis lutut lebih tinggi dari pinggul. Jangan menyilangkan kaki (kalau bisa pijakan pada pijakan kaki). Posisi kursi tempat kita duduk jangan terlalu jauh dari meja. Buat lengan dan siku lebih sering rileks dengan cara diregangkan.  Hindari duduk dengan posisi membungkuk atau miring ke samping. Jika punggung terasa pegal, lakukan peregangan dan jangan membunyikan tulang dengan memutar pinggang dan leher. Hindari aktivitas yang mempunyai resiko mencederai tulang belakang dan hindari mengangkat barang berat.

%d bloggers like this: