Tinggi Badan Perlahan Menyusut 5 Cm


Bertambah tua merupakan hal alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Selain terjadi perubahan signifikan terhadap fisik, organ-organ dalam tubuh mengalami penurunan fungsi, salah satunya terasa pada bagian tulang dan sendi. Sehingga terasa sulit untuk dapat bergerak dengan aktif dan bebas.

“Penurunan fungsi organ tubuh tanpa disadari terjadi ketika di atas 30 tahun,” kata dr Muki Partono, SpOT dari Rumah Sakit Pondok Indah dalam diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (7/3/2017) siang.

Dokter Muki bahkan menjelaskan bahwa penurunan fungsi pada tulang, seiring dengan bertambahnya umur, juga dapat menyebabkan berkurangnya tinggi badan sebanyak lima sampai enam cm.

tambah usia, tambah umur

Terjadinya penurunan tinggi badan saat lansia bisa disebabkan karena gangguan dalam tulang belakang terutama bagian bantalan. Tulang belakang merupakan tulang yang penting karena menopang beban tubuh. Dalam bagian tulang belakang terdapat bantalan tulang yang berfungsi untuk meredam tulang dari segala aktivitas yang dilakukan.

Namun, faktor usia dapat menurunkan fungsi bantalan tulang sehingga makin menipis karena jumlah cairan yang berkurang. Selain menipis, bantalan juga semakin pendek dan dapat mempengaruhi tinggi tulang.

Biasanya semakin tipis dan kerasnya bantalan, dapat menyebabkan bantalan menjadi menonjol dan menekan akar saraf yang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini dinamakan dengan saraf kejepit atau herniated nucleus pulposus (HNP).

“Orangtua biasanya berjalan membungkuk karena tidak lagi kuat menahan beban pada tulang belakang yang dapat memberikan rasa nyeri,” kata Muki.

Biasanya, munculnya penyakit HNP dapat menghantui orang-orang di usia 30 sampai 50. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan banyak minum cairan.

Menurut dr Muki, bantalan tulang yang terdiri dari air dapat juga mengalami dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan berkurangnya fungsi mekananik dalam bantalan.

“Minum air secara cukup tidak semata-mata hanya untuk kesehatan tetapi buat bantalan (tulang) juga bagus,” ujar dr Muki.

Asupan protein dari putih telur juga baik untuk menjaga kesehatan dalam bantalan tulang dan sendi.

elemen, fortaller, elemen fortaller, alat terapi fortaller, peninggi badan fortaller, alat terapi peninggi badan fortaller, fortaller, alat peninggi badan, peninggi badan

susu kedelai elemen, susu peninggi badan, peninggi badan susu kedelai elemen, kedelai elemen, susu bubuk kedelai elemen, susu kedelai, peninggi badan

tablet fortaller, suplemen fortaller, obat peninggi badan, vitamin peninggi badan, suplemen kalsium fortaller, kalsium peninggi badan fortaller, kalsium peninggi badan

pilates, senam pilates, video senam pilates, senam pilates untuk tambah tinggi, gerakan peninggi badan

eLeMeN FORTALLER adalah solusi sempurna untuk terapi menambah tinggi badan yang hadir sejak Juli 2004 di Indonesia dengan metode terapi yang berproses dari luar dan dalam tubuh Anda. Dari luar tubuh dengan menggunakan Alat Terapi FORTALLER lalu dilanjutkan dengan Senam Pilates dan dari dalam tubuh dirangsang dengan Susu Kedelai eLeMeN dan Tablet FORTALLER. Hasilnya permanen selama Anda rutin menggunakan eLeMeN FORTALLER, alami dan menyesuaikan dengan pertumbuhan tulang manusia tanpa menimbulkan efek samping. Mencegah dan memperbaiki Bungkuk Udang, Lordosis, Kifosis dan Skoliosis yang disebabkan oleh kebiasaan yang salah ketika duduk dan tidur. Dengan eLeMeN FORTALLER, tulang Anda akan menjadi lebih sehat, padat, kuat dan mencegah dari kerapuhan tulang atau Osteoporosis.

Advertisements

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s