Rahasia Terbesar Dibalik Tinggi Badan Seseorang


Di dunia ini tidak ada yang seragam, termasuk urusan tinggi badan. Jika tidak ada orang pendek, maka artinya tidak ada orang yang tinggi. Bagaimanapun bentuk tubuh yang telah diberikan Tuhan haruslah disyukuri. Kendati demikian, para peneliti berupaya menguak ‘rahasia’ di balik tinggi badan seseorang.

rahasia, rahasia tinggi badan, tinggi badan

Para peneliti menyebut sindrom manusia pendek benar-benar ada. Dalam studi baru disebut orang-orang pendek menjadi sosok yang lebih paranoid, curiga, dan takut orang lain. Apalagi ‘rahasia’ di balik tinggi badan yang berhasil diidentifikasi peneliti, simak penuturannya sebagai berikut, seperti dikutip dari Mirror, Senin (3/2/1014)

1. Panjang Umur

 

Usia seseorang merupakan rahasia Tuhan. Namun dengan mempelajari kencenderungan yang Anda, banyak penelitian yang menyebut bahwa orang yang lebih pendek biasanya berumur lebih panjang. Studi terbaru menganalisa 500 laki-laki yang lahir antara tahun 1866-1915 di Sardinia, suatu pulau di Italia. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tinggi di bawah 162 cm memiliki usia lebih panjang rata-rata 2 tahun ketimbang laki-laki yang lebih tinggi.

Studi yang dipimpin Prof Michel Poulain dari Belgia dan Dr Luisa Salaris dari University of Cagliari di Italia mengatakan alasan yang bisa menjelaskan hasil studi ini adalah kerusakan DNA yang lebih rendah, potensi penggantian sel yang lebih besar, dan efisiensi yang lebih besar dari jantung.

Studi lain menunjukkan perempuan yang lebih pendek juga memiliki usia lebih panjang. Diketahui manusia yang paling lama hidup di dunia adalah perempuan Jepang yang tingginya sekitar 157 cm. Studi pada tikus, kuda, dan monyet juga menunjukkan bahwa yang ukurannya lebih kecil hidup lebih lama.

2. Intelegensia

 

Menurut beberapa penelitian, orang yang memiliki badan tinggi cenderung lebih cerdas. Penelitian pada tahun 2006 di Princeton University menemukan anak-anak yang lebih tinggi memiliki hasil yang signifikan dalam tes kognitif.

Tahun lalu sebuah tim di University of Colorado menemukan hubungan antara tinggi badan dan kecerdasan. Peneliti menunjukkan bahwa orang-orang pintar lebih cenderung memilih orang yang lebih tinggi sebagai pasangan, dan sebaliknya. Tinggi badan dan kecerdasan dianggap sebagai sesuatu yang menarik, di mana keduanya saling memperkuat satu sama lain ketika pasangan tersebut memiliki anak.

“Tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan, sifat-sifat yang menarik secara seksual cenderung berkorelasi,” ucap kepala studi Matthew Keller.

Penelitian juga menunjukkan tinggi ekstra pada seorang gadis di masa kecil adalah prediktor kuat dari kecerdasan yang lebih tinggi daripada anak laki-laki.

3. Uang

 

Seorang pria dengan tinggi 182 cm memiliki pendapatan 15 persen lebih besar daripada rekannya yang memiliki tinggi 170 cm. Demikian sebuah studi mengatakan. Para peneliti di University of Sydney membandingkan upah dari 20.000 orang dengan indikator antara lain berat dan tinggi badan. Studi menemukan orang yang lebih tinggi memiliki pendapatan lebih banyak ketimbang orang yang lebih pendek. Hal ini terlihat lebih jelas pada laki-laki ketimbang perempuan.

Andrew Leigh, salah satu penulis laporan, mengatakan rasa hormat yang lebih besar pada orang-orang yang lebih tinggi mungkin secara tidak sengaja menyebabkan pemberian upah yang lebih besar ketimbang pada mereka yang memiliki badan lebih pendek.

4. Ambisi

 

Akademisi di St Andrews dan Stirling University menyebut perempuan yang lebih pendek kurang ambisius. Ada kecenderungan perempuan yang lebih pendek lebih suka fokus untuk membina keluarga ketimbang pada karirnya.

Peneliti menanyai 1.220 wanita dari Inggris, AS, Kanada, dan Australia untuk keperluan studi ini. Hasilnya mereka menemukan perempuan yang lebih tinggi memiliki anak lebih sedikit dan lebih ambisius. Peneliti berspekulasi bahwa perempuan tinggi memiliki lebih banyak testosteron, yang diterjemakan sebagai ‘sifat’ laki-laki.

Psikolog klinis Dr Miriam Law Smith mengatakan, “Pria dalam berbagai kebudayaan tubuhnya lebih tinggi dari perempuan. Karena itu tinggi menjadi indikator kejantanan fisik yang lebih besar.”

Fisiologi tubuh mengontrol psikologi pikiran. Inilah yang ditengarai sebenarnya terjadi.

5. Pasangan Hidup

 

Pria jangkung umumnya mendapatkan banyak kelebihan dalam hidupnya, tak terkecuali memiliki lebih banyak anak-anak. Akan tetapi laki-laki yang lebih pendek cenderung menjadi suami yang lebih baik.

Sebuah studi meminta perempuan untuk memilih pasangan baik untuk hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, hanya dengan melihat foto laki-laki yang disordorkan. Dalam foto terlihat jelas perbedaan tinggi badan para laki-laki itu.

Temuan yang dipublikasikan dalam Biological Psychology menemukan laki-laki yang memiliki tubuh tinggi ternyata dua kali lebih populer sebagai teman kencan ketimbang untuk diajak membangun hubungan jangka panjang.

6. Anak-anak

 

Pria jangkung  memiliki kecenderungan lebih mungkin untuk menjadi ayah. Gert Stulp dari University of Groningen di Belanda pernah melakukan penelitian yang berkesimpulan bahwa pria dengan tinggi tubuh rata-rata cenderung memiliki anak yang lebih banyak daripada pria yang tingginya di atas rata-rata. Pria yang memiliki tinggi badan 179 cm rata-rata memiliki 2,6 anak. Sedangkan pria yang tingginya 195 cm rata-rata memiliki 2,17 anak.

Pada perempuan, mereka yang lebih pendek lebih terfokus pada keluarga dan kurang ambisius. Karena itu mereka cenderung memiliki anak lebih banyak daripada perempuan bertubuh tinggi.

7. Kebahagiaan

 

Sebuah jajak pendapat di AS yang melibatkan lebih dari 454.000 orang dewasa menemukan orang yang lebih tinggi cenderung hidup lebih baik. Penelitian di Princeton University menemukan orang yang lebih tinggi lebih mungkin untuk memiliki emosi bahagia.

Sementara itu orang yang lebih pendek sekitar 1,9 cm lebih pendek dari tinggi rata-rata cenderung mendapat hal-hal buruk dalam hidupnya.  Laporan Angus Deaton mengatakan hal ini terkait dengan fakta bahwa orang-orang tinggi cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Data ini juga menunjukkan bahwa pria lebih pendek membutuhkan kenaikan gaji 29 persen untuk memberi mereka ‘kepuasan hidup’ yang sama.

elemen, fortaller, elemen fortaller, alat terapi fortaller, peninggi badan fortaller, alat terapi peninggi badan fortaller, fortaller, alat peninggi badan, peninggi badan

susu kedelai elemen, susu peninggi badan, peninggi badan susu kedelai elemen, kedelai elemen, susu bubuk kedelai elemen, susu kedelai, peninggi badan

tablet fortaller, suplemen fortaller, obat peninggi badan, vitamin peninggi badan, suplemen kalsium fortaller, kalsium peninggi badan fortaller, kalsium peninggi badan

pilates, senam pilates, video senam pilates, senam pilates untuk tambah tinggi, gerakan peninggi badan

eLeMeN FORTALLER adalah solusi sempurna untuk terapi menambah tinggi badan yang hadir sejak Juli 2004 di Indonesia dengan metode terapi yang berproses dari luar dan dalam tubuh Anda. Dari luar tubuh dengan menggunakan Alat Terapi FORTALLER lalu dilanjutkan dengan Senam Pilates dan dari dalam tubuh dirangsang dengan Susu Kedelai eLeMeN dan Tablet FORTALLER. Hasilnya permanen selama Anda rutin menggunakan eLeMeN FORTALLER, alami dan menyesuaikan dengan pertumbuhan tulang manusia tanpa menimbulkan efek samping. Mencegah dan memperbaiki Bungkuk Udang, Lordosis, Kifosis dan Skoliosis yang disebabkan oleh kebiasaan yang salah ketika duduk dan tidur. Dengan eLeMeN FORTALLER, tulang Anda akan menjadi lebih sehat, padat, kuat dan mencegah dari kerapuhan tulang atau Osteoporosis.

Advertisements

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s